
Untuk menuju ke tempat ini saya harus naik transportasi umum ”LRT” semacam KRL tanpa pengemudi, saya diantar ke stasiun terdekat yaitu ”Jelatek” dari situ ke stasiun KLCC kurang lebih 10 menit.
Petrosains adalah sebuah pertunjukan perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan di bumi melayu selama berabad-abad sampai sekarang, perjalanan cerita pengeboran minyak oleh Petronas.
Aquaria Sains Center mungkin hampir sama dengan Sea World-nya Indonesia, tapi lebih besar milik Indonesia. Saya sempatkan pula ke jembatan antar 2 menara atau lebih terkenal dengan nama “Sky Bridge” ternyata tidak mudah untuk mendapatkan tiket naiknya, harus antri sepanjang 10 meter lebih, kebetulan saya datang ke sana jam 07.30 baru dapat tiket jam 09.00 untuk 35 orang untuk naik jam 12.00, untung ada Ustd. Hasan yang memiliki identitas Malaysia kalo tidak tiket tidak akan pernah saya dapat.
Pada ke-4 ini saya sempatkan untuk mengunjungi Putrajaya, konon kata pemanduya dataran Putra tersebut asalnya danau yang sangat luas kemudian di uruk dengan tanah dengan tetap mempertahankan air di sekitar dataran Putra yang seolah-olah dataran tersebut mengapung di antara perairan. Disinilah pusat Pemerintahan Malaysia, mulai dari Kantor Perdana Menteri, Pejabat Tinggi Negara bahkan rencananya Kantor Kedutaan Negara-Negara sahabat akan dipindah ke situ semua. Ini dilakukan dengan pertimbangan di Kuala Lumpur sendiri sudah terlalu padat lalu lintasnya sehingga dapat menghambat proses birokrasi antar instansi terkait. Setelah lelah berputar-putar tiba waktunya Sholat Jum’at sekalian mencoba di Masjid Putra. Setelah selesai jumatan saya pulang ke Home Stay dan istirahat serta persiapan untuk acara besoknya yaitu ”Jungle Tracking” di Janda Baik, Negeri Pahang di sana saya akan habiskan akhir pekan saya bersama anak.
Minggu sore kami pulang ke Ampang dan menuju ke Kuala Langat Banting tempat ke-dua kunjungan saya tepatnya di MITIB. Ketika saya di MITIB sempat diajak jalan-jalan sama Mahasiswa UKM yang pernah Magang mengajar di Sekolah, mereka berdua Kak Ainur dan Bapaknya serta Kak Shalehah dengan Abangnya, kami semua diturunkan di kawasan ”Petaling Street”. Sambil jalan mencari oleh-oleh
Setelah capek keliling di Petaling Street, saya diantar ke Musium Kesenian Islam Malaysia dan sholat Dzuhur serta Ashar di Masjid Nasional.
Saya sempatkan juga mampir ke Central Market, kemudian diajak ke Kampus UKM dan sholat Maghrib di sana, besar juga sebesar UI di Jakarta.






