Kamis, 18 Maret 2010

KUNJUNGAN KE NEGERI JIRAN (2)



Hari ke tiga di Malaysia rasanya masih asing belum bisa merasa nyaman meski sudah berusaha semaksimalnya, pada hari ke tiga ini saya berkesempatan mengunjungi KLCC (Kuala Lumpur City Center) di dalam Menara Kembar “Twin Tower” di dalamnya ada Petrosains dan Aquaria Sains Center.

Untuk menuju ke tempat ini saya harus naik transportasi umum ”LRT” semacam KRL tanpa pengemudi, saya diantar ke stasiun terdekat yaitu ”Jelatek” dari situ ke stasiun KLCC kurang lebih 10 menit.
Petrosains adalah sebuah pertunjukan perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan di bumi melayu selama berabad-abad sampai sekarang, perjalanan cerita pengeboran minyak oleh Petronas.

Aquaria Sains Center mungkin hampir sama dengan Sea World-nya Indonesia, tapi lebih besar milik Indonesia. Saya sempatkan pula ke jembatan antar 2 menara atau lebih terkenal dengan nama “Sky Bridge” ternyata tidak mudah untuk mendapatkan tiket naiknya, harus antri sepanjang 10 meter lebih, kebetulan saya datang ke sana jam 07.30 baru dapat tiket jam 09.00 untuk 35 orang untuk naik jam 12.00, untung ada Ustd. Hasan yang memiliki identitas Malaysia kalo tidak tiket tidak akan pernah saya dapat.


Pada ke-4 ini saya sempatkan untuk mengunjungi Putrajaya, konon kata pemanduya dataran Putra tersebut asalnya danau yang sangat luas kemudian di uruk dengan tanah dengan tetap mempertahankan air di sekitar dataran Putra yang seolah-olah dataran tersebut mengapung di antara perairan. Disinilah pusat Pemerintahan Malaysia, mulai dari Kantor Perdana Menteri, Pejabat Tinggi Negara bahkan rencananya Kantor Kedutaan Negara-Negara sahabat akan dipindah ke situ semua. Ini dilakukan dengan pertimbangan di Kuala Lumpur sendiri sudah terlalu padat lalu lintasnya sehingga dapat menghambat proses birokrasi antar instansi terkait. Setelah lelah berputar-putar tiba waktunya Sholat Jum’at sekalian mencoba di Masjid Putra. Setelah selesai jumatan saya pulang ke Home Stay dan istirahat serta persiapan untuk acara besoknya yaitu ”Jungle Tracking” di Janda Baik, Negeri Pahang di sana saya akan habiskan akhir pekan saya bersama anak.




Minggu sore kami pulang ke Ampang dan menuju ke Kuala Langat Banting tempat ke-dua kunjungan saya tepatnya di MITIB. Ketika saya di MITIB sempat diajak jalan-jalan sama Mahasiswa UKM yang pernah Magang mengajar di Sekolah, mereka berdua Kak Ainur dan Bapaknya serta Kak Shalehah dengan Abangnya, kami semua diturunkan di kawasan ”Petaling Street”. Sambil jalan mencari oleh-oleh


Setelah capek keliling di Petaling Street, saya diantar ke Musium Kesenian Islam Malaysia dan sholat Dzuhur serta Ashar di Masjid Nasional.


Saya sempatkan juga mampir ke Central Market, kemudian diajak ke Kampus UKM dan sholat Maghrib di sana, besar juga sebesar UI di Jakarta.

Selasa, 09 Maret 2010

KUNJUNGAN KE MALAYSIA

Lagi nyantai di dalam "Sky Bridge" Twin Tower

Alhamdulillah bersyukur diberi kesempatan untuk berkunjung ke Malaysia, ini adalah pengalaman pertama ke Luar Negeri, banyak hal yang bisa saya lihat di sana. Oh ya perjalanan ini dalam rangka mendampingi anak-anak mengikuti Program "Cross Culture Understanding (CCU)" selama 2 minggu. Pada saat ini CCU sudah diadakan sebanyak 2 kali, 2 kali juga saya ke Malaysia. Antara kunjungan ke I dan Ke II, tidak banyak perbedaan obyek yang dikunjungi.

Perjalanan saya mulai dari LCCT Kuala Lumpur, karena menggunakan pesawat Air Asia. Nyama juga meski tergolong penerbangan dengan brand "Low Cost". Setiba di sana saya dan rombongan langsung dijemput oleh CEO Adni Islamic School menuju sekolah Adni Islamic School.


Tampak depan Sekolah Islam Adni, Malaysia

Sekolah Adni adalah sekolah tujuan pertama kebetulan terletak di Pusat Kota Kuala Lumpur, sekolah ini adalah jenis sekolah Swasta Islam yang menerapkan Program International sehingga siswa juga dari berbagai belahan dunia, begitu juga gurunya,


Foto bersama dengan Baground Asrama MITIB

Tujuan ke II adalah sebuah sekolah Negeri yang dikelola oleh Kerajaan Negeri yaitu Ma'ahad Intigrasi Tahfiz Sains dan Teknologi Istana Bandar, Banting, Kuala Langat. Sekolah ini berbeda dengan Adni, semua siswa MITIB berasal dari Negeri Selangor saja dan seluruh biaya sekolah dan kebutuhan (makan) hidup ditanggung oleh Kerajaan. Para siswa hanya dibebani satu amanah yaitu belajar dan menghafal Al-Quran. Pokoknya luar biasa, kecil-kecil sudah hafal Al-Quran. (Saya jadi membayangkan ingin anak saya kelak bisa seperti itu)


Dari kiri (Saya, Ustdz Hasan, Usth. Emi, dan Bu Usi) dengan latar Gedung IIUM

Selain ke Sekolah kita diajak berkunjung ke Universiti Islam Antar Bangsa Malaysia atau lebih terkenal dengan Internasional Islamic University of Malaysia (IIUM), disana saya melihat sebuah institusi pendidikan Islam yang begitu luar biasa, mahasiswa berdatangan dari berbagai negara di dunia berkumpul menjadi satu, sehingga seakan-akan saya melihat miniatur masyarakat dunia. Seluruh bangunan memiliki ciri arsitek timur tengah yang kental sekali, bagunan utama kampus dikelilingi oleh asrama mahasiswa.

Bersambung..!


Sabtu, 07 November 2009

PENENTUAN JENIS KELAMIN


Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".
"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al Qur'an, 53:45-46)
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.
Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.
Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur'an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

Selasa, 13 Oktober 2009

Indahnya Berbagi



Berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi. Semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan. Bahkan dilain pihak banyak individu saat ini justru mau berbagi dan memberi untuk mencapai popularitas diri

Rabu, 07 Oktober 2009

LEBAH MADU

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
68. Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan
Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. (QS. An-Nahl, 16:68)

Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat. Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.
Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut. Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Al-Qur'an:


ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً يَخْرُجُ
مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاء لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 69)"


Tahukah anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?
Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.
Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”.